DEFINISI ANAK AUTISTIK
Autistik merupakan gangguan perkembangan yang mempengaruhi
beberapa aspek bagaimana anak melihat dunia dan bagaimana belajar melalui
pengalamannya. Anak-anak dengan gangguan autistik biasanya kurang dapat
merasakan kontak sosial. Mereka cenderung menyendiri dan menghindari kontak
dengan orang. Orang dianggap sebagai objek (benda) bukan sebagai subjek yang
dapat berinteraksi dan berkomunikasi.
Monks dkk. (1988) menuliskan bahwa autistik berasal dari
kata “Autos” yang berarti “Aku”. Dalam pengertian non ilmiah dapat
diinterpretasikan bahwa semua anak yang mengarah kepada dirinya sendiri disebut
autistik. Berk (2003) menuliskan autistik dengan istilah “absorbed in the self”
(keasyikan dalam dirinya sendiri). Wall (2004) menyebutnya sebagai “aloof atau
withdraw an” dimana anak-anak dengan gangguan autistik ini tidak tertarik
dengan dunia disekitarnya. Hal yang senada diungkapkan oleh Tilton (2004) bahwa
pemberian nama autistik karena hal ini diyakini dari “keasyikan yang
berlebihan” dalam dirinya sendiri. Jadi, autistik dapat diartikan secara
sederhana sebagai anak yang suka menyendiri/ asyik dengan dunianya sendiri.
Gangguan pada anak autistik terdapat kelompok ciri-ciri yang
tersedia sebagai kreteria untuk mendiagnosis autistik. Hal ini terkenal dengan
istilah “Wing’s Triad of Impairment” yang dicetuskan oleh Lorna Wing dan Judy
Gould. (Jordan, 2001; Jordan & Powell, 1995; Wall, 2004; Yuwono, 2006).
Tiga gangguan yang ditulis oleh Wing dijabarkan secara berbeda dalam tulisan
Jordan (2001) dan Wall (2004) meskipun secara diskriptif memiliki kesamaan.
Jordan menuliskan tiga gangguan tersebut terdiri dari interaksi sosial, bahasa
dan komunikasi, dan pikiran dan perilaku. Sedang Wall menuliskan interaksi
sosial, komunikasi dan imajinasi.
Perbedaanya hanya pada istilah pikiran dan perilaku dengan
imajinasi. Tetapi keduanya menjabarkan dalam manifestasi yang tidak jauh
berbeda.
Berbagai definisi tentang autistik telah dituliskan oleh
berbagai ahli. Menurut Treatment and Educational of Autistik and Communication
Handicapped Children Program (TEACCH) dalam Wall (2004) dituliskan:
Autism is a lifelong developmental disability that prevents
individuals from properly understanding what they see, hear and otherwise
sense. This results in severe problem of sosial relationships, communication
and behaviour.
Autistik dipahami sebagai gangguan perkembangan
neurobiologis yang berat sehingga ganguan tersebut mempengaruhi bagaimana anak
belajar, berkomunikasi, keberadaan anak dalam lingkungan dan hubungan dengan
orang lain. (The Association for Autistik Children in WA, 1991). Berdasarkan
konsep dan definisi yang semula dikembangkan oleh Ritvo dan Freeman (1978) dan
The Autism Society of America (2004) mendefinisikan bahwa autistik merupakan
gangguan perkembangan yang komplek dan muncul selama tiga tahun kehidupan
pertama sebagai akibat gangguan neurologis yang mempengaruhi fungsi otak.
Definisi yang lebih operasional dinyatakan oleh The
Individuals With Disabilities Education Act (1997).
Autistik berarti gangguan perkembangan yang secara
signifikan mempengaruhi komunikasi verbal dan non-verbal dan interaksi sosial,
yang pada umumnya terjadi sebelum usia 3 tahun, dan dengan keadaan ini sangat
mempengaruhi performa pendidikannya. Karakteristik lain yang sering
diasosiasikan dengan autistik adalah keterikatan dalam aktivitas yang
diulang-ulang dan gerakan-gerakan stereotype, menolak perubahan
lingkungan/perubahan rutinitas sehari-hari dan tidak biasa merespon
pengalaman-pengalaman sensorik. Sedang dalam buku The Son-Rise Programme
Autism, Hogan (2001)menuliskan:
Autism is complex developmental disability that typically
appears during the first 3 years of life. It can result in challenges in
language, communication, emotion, behavior, fine and gross motor skills and
sosial interaction.
Berdasarkan paparan definisi-definisi di atas, penulis
menarik kesimpulan bahwa autistik adalah gangguan perkembangan neurobiologis
yang sangat komplek/berat dalam kehidupan yang panjang, yang meliputi gangguan
pada aspek perilaku, interaksi sosial, komunikasi dan bahasa, serta gangguan emosi
dan persepsi sensori bahkan pada aspek motoriknya. Gejala autistik muncul pada
usia sebelum 3 tahun.
Anak autistik ditinjau dari masa kemunculannya/kejadiannya
dapat terjadi dari sejak lahir yang disebut dengan autistik klasik dan sesudah
lahir dimana anak hingga usia 1-2 tahun menunjukkan perkembangan yang normal.
Tetapi pada masa selanjutnya menunjukkan perkembangan yang menurun/ mundur. Hal
ini disebut dengan autistik regresi.
untuk informasi lebih lanjut silahkan klik link di bawah ini :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar